SETELAH PEMERIMTAH PATI MEMBATALKAN BIDIN MANGUNG,KINI YQBS (yayasan quran buarding school)TELAH SADAR


PATI,sinarnusantara.com-Perjuangan diplomasi yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia - Laskar Sabilillah (PD PWI-LS) Kabupaten Pati dalam mengawal ketertiban umum dan pelurusan sejarah Nusantara kembali membuahkan hasil gemilang.6 agustus 2026

Menindaklanjuti Surat Keberatan dan Imbauan Penataan Pembicara Acara Nomor 22-0408.0/EKS-HA/VIII/2026 yang dilayangkan sebelumnya, delegasi PD PWI-LS Pati sukses menggelar audiensi tatap muka bersama jajaran pengurus Yayasan dan Manajemen Sekolah Yanbu’Ul Qur’an Boarding School (YQBS) Pati.

Proses negosiasi taktis ini berlangsung secara maraton sebanyak 2 (dua) kali pertemuan, yaitu: 
1. Pertemuan Pertama: Rabu Malam, 05 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB di kediaman H. Suparto Bendahara YQBS PATI. 
2. Pertemuan Kedua (Final): Kamis Pagi, 06 Agustus 2026 pukul 07.30 s.d. 08.30 WIB bertempat di kompleks Yayasan YQBS Pati.

Delegasi resmi PD PWI-LS Pati dipimpin langsung oleh *Ketua Harian Drs. H. R. Fakhruroji*, serta diperkuat oleh jajaran tokoh sentral, antara lain: 
1. K. Muhammad Sugeng (Ketua Kasepuhan/Dewan Penasihat) 
2. K. Syafii (Jajaran Pengurus Daerah)
3. Sdr. Agus Matuhi (Unsur Laskar).
Jalannya dialog dua arah di ruang pertemuan YQBS berlangsung sangat hangat, terbuka, dan penuh rasa kekeluargaan. Upaya negosiasi serta pemaparan draf argumentasi yang dibawa oleh tim PWI-LS Pati disambut dan diterima dengan sangat baik oleh pihak Ketua Yayasan, jajaran Kepala Sekolah, serta para guru. 

Berdasarkan hasil pembacaan notulensi akhir pertemuan hari Kamis pagi, audiensi resmi ini berhasil melahirkan 3 Poin Keputusan Penting yang memuaskan kedua belah pihak: 
1. Toleransi Batas Durasi Taktis (Faktor Transaksi Lapangan):*
Mengingat kontrak manajemen pembiayaan untuk kehadiran Al-Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf pada acara "YQBS 1 PATI BERSHOLAWAT" telah terlanjur dibayar lunas oleh panitia sebelum surat imbauan masuk, demi menghormati hak hukum keperdataan dan stabilitas teknis, PWI-LS PATI memberikan kelonggaran administrasi berupa toleransi waktu manggung bagi yang bersangkutan dengan pembatasan durasi maksimal 30 menit saja.
2. Komitmen Hitam di Atas Putih untuk Masa Depan Yayasan:*
Pihak Pimpinan Yayasan YQBS Pati secara sadar dan sukarela menyatakan bersedia serta berkomitmen penuh untuk tidak akan pernah lagi menghadirkan penceramah dari klan Habaib/Ba'alawi dalam setiap agenda kegiatan keagamaan institusi di masa yang akan datang. Sebagai bentuk jaminan hukum organisasi, pihak yayasan sanggup menerbitkan Surat Pernyataan Resmi tertulis. 

*3. Sukses Edukasi Sejarah dan Kembali ke Ajaran Wali Songo:*
Materi edukasi, draf kajian silsilah, serta draf pelurusan sejarah yang dipaparkan secara ilmiah oleh delegasi PWI-LS Pati dapat diterima secara logis dan terbuka oleh para guru, karyawan, dan pengurus yayasan. Pihak sekolah berkomitmen untuk membawa arah pendidikan moral siswa-siswi kembali takzim pada ajaran luhur para leluhur pribumi, yakni ajaran asli Wali Songo.

Pertemuan ditutup dengan jabat tangan kebersamaan satu tubuh sebagai simbol tegaknya marwah kedaulatan sejarah Nusantara di Bumi Mina Tani Pati.(tim)
Previous Post Next Post

نموذج الاتصال