PATI –SINARNUSANTARA.COM Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi bagi siswa justru menuai sorotan. Distribusi makanan dari SPPG Triguno ke MI Miftahul Ulum, Desa Karangwotan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, diduga tidak berjalan optimal.
Hampir Separo siswa MI MIFTAHUL ULUM Pucak wangi menolak makan MBG Dari Triguno dilaporkan sangat kecewa sebagian besar muridnya karna kualitas makanan yang diterima. Bahkan, ada makanan yang tidak dikonsumsi karena dinilai kurang layak atau tidak sesuai selera anak-anak.kamis 30/4/2026
Kondisi ini memunculkan pertanyaan dugaan MBG curangi efektivitas program dalam mencapai tujuan utamanya, yakni pemenuhan gizi siswa.
Beberapa wali murid juga menyampaikan kekhawatiran mereka. Menurut mereka, program MBG seharusnya tidak hanya sekadar distribusi, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan benar-benar layak konsumsi, bergizi, dan disukai siswa agar tidak terbuang sia-sia.
“Kalau makanannya tidak dimakan, berarti tujuan gizinya tidak tercapai. Ini harus dievaluasi,” ungkap salah satu wali murid.
Program MBG sendiri memiliki standar yang harus dipatuhi, termasuk prosedur dari Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam pelaksanaannya, SPPG sebagai pihak penyedia dan pendistribusi makanan dituntut untuk menjalankan tugas sesuai aturan, mulai dari kualitas bahan, pengolahan, hingga distribusi ke sekolah.
Pengamat pendidikan lokal menilai, keluhan ini harus menjadi bahan evaluasi serius. Transparansi dan keterbukaan terhadap kritik dari siswa maupun orang tua sangat diperlukan agar program berjalan efektif.
“SPPG harus terbuka terhadap masukan. Jangan sampai program bagus justru tidak tepat sasaran di lapangan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Triguno maupun instansi terkait. Diharapkan, pihak berwenang segera melakukan pengecekan dan evaluasi agar pelaksanaan MBG di wilayah Pucakwangi benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi siswa.
Program yang menyangkut kebutuhan dasar seperti gizi anak, menurut berbagai pihak, tidak boleh berjalan setengah hati. Evaluasi menyeluruh menjadi kunci agar tujuan menciptakan generasi sehat dan berkualitas dapat tercapai aparat penegak hukum segera bertindak .(cip)
Tags
daerah